Blue Energy or Blue Magic ? Siapa yang tertipu

Diposting oleh tekkim-karrir | Minggu, Juli 27, 2008 | | 0 komentar »

Walaupun terasa sedikit terlambat membahas topik Blue Energi, namun saya sempatkan diri saya untuk memberikan sedikit pandangan akan topik tersebut. Beberapa pekan yang lalu kita dihebohkan oleh berita Blue Energy ala Joko Suprapto yang kabarnya penamaan Blue Energy tersebut diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.




Pertanyaan kemudian muncul, bagaimanakah seorang Joko Suprapto bisa menghebohkan Tanah air, banyak orang mengatakan bahwa sudah banyak korban penipuan Joko Suprapto dengan Blue Energinya termasuk Presiden SBY ? Kita tidak tahu siapakah yang dibohongi dan siapa yang membohongi. Inilah suatu persoalan yang harus kita cermati. Kenapa para Elite politik kita mudah sekali termakan isu tanpa menganalisanya terlebih dahulu. Setelah muncul isu pembohongan yang dilakukan oleh Joko Suprapto, maka pihak istana negara secepat mungkin menangkal bahwa Presiden tertipu oleh Blue Energi ala Joko Suprapto, bahkan petinggi istana mengeluarkan pernyataan bahwa SBY tidak pernah bertemu dengan Joko Suprapto. Kenyataannya, di media cetak maupun elektronik banyak menggambarkan peresmian Blue Energy oleh Presiden SBY.

peresmian Blue Energy oleh SBY
Secara proses kimiawi, adalah tidak mungkin mengubah air menjadi hidrokarbon (rantai Hidrogen dan Carbon yang membentuk bahan bakar minyak) seperti berita blue energi yang menghebohkan tersebut. Akan tetapi, di Amerika dan Jepang memang telah lama mengenal tehnik penghematan BBM dengan penambahan air pada bahan bakar minyak. Air ini berfungsi sebagai penyedia komponen H (hidrogen) untuk memperpanjang rantai Hidrokarbon sehingga lebih lama habis dibakar. Bahkan di Jepang sudah dikembangkan kendaraan berbahan bakar air (bukan mengkonversi air menjadi bahan bakar seperti Blue Energi), intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 yang menghasilkan energi, dan secara otomatis H dan O2 ini akan bersatu kembali dengan mengeluarkan energi (energi dari pemecahan dan pembentukan H2O).

Seorang pakar bahkan pernah berkata bahwa prinsip Blue Energi adalah dengan bantuan Jin. "Blue Energy dibuat dari air dengan menambahkan deterjen dan sedikit jampi-jampian, maka jadilah blue energy". Banyak pihak merasa tertipu oleh Blue Energy tersebut, salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bekerja sama dalam proyek pengadaan tenaga listrik kampus. Apakah benar Joko Suprapto membohongi banyak pihak dengan hasil temuannya? Ataukah pihak istana yang salah menafsirkan temuan Joko Suprapto dari "teknik penghematan BBM" ke "pengubahan air menjadi BBM" ?


JokoSuprapto

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Komentar